Kamis, 11 September 2014

Sosialisasi Program LPP NU Kab.Batang di Gedung MWC Kec.Subah, 1.biogas digester,pertanian organik dan Pupuk NUsa Green. 20 juni 2014

Sosialisasi Program LPP NU Kab.Batang di Gedung MWC Kec.Subah, 1.biogas digester,pertanian organik dan Pupuk NUsa Green. 20 juni 2014

sosialisasi NUsa Green di MWC NU kec. gemuh Kabupaten Kendal

Luar biasa, respon dari Warga NU kendal. Menganjurkan Petani NU di semua ranting untuk memakai produk Pupuk Cair Organik NUsa Green. 15 Karton untuk awal. BANGKIT PETANI NU BERSAMA LPPNU.

Sosialisasi Pupuk NUsa Green di MWC NU Tersono.


Sosialisasi Pupuk NUsa Green di MWC NU Tersono.

Surat Permohonan Merk Dagang NUsaGreen



Sosialisasi Program LPP NU Kab.Batang di MWC NU Pecalungan

Sosialisasi Program LPP NU Kab.Batang 

LPPNU gencar malakukan sosialisai di  setiap MWC NU se Kab. Batang. diharapkan semua MWC NU mendukung penuh program LPPNU sehingga apa yang dicita-citakan NU pada umumnya dan LPPNU pada khususnya bisa terwujud

Sosialisasi Pupuk NUsa Green di Ponpes Roudlatuttolibin Pesalakan Bandar Kab.Batang


SosialisASI PROGRAM LPP NU KAB.BATANG, program pengembangan ekonomi untuk warga NU, pengembangan energi alternatif, pendidikan dan pelatihan pertanian organik, kerjasama Pupuk Nusa Green/LPPNU dengan PC,MWC dan ranting NU, sosialisasi tentang pengadaan pembelian tanah untuk warga NU Kab.Batang, di PONPES Roudlatuttolibin Pesalakan Bandar Kab.Batang, 1 September 2014

NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

asional TEKNOLOGI

Senin, 01/04/2013 22:29
NU Batang Jateng Motori Pengembangan Biogas

Jakarta, NU Online
Demi mewujudkan kemandirian di sektor energi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sedang gencar mengembangkan produksi biogas di daerah setempat dan sejumlah kabupaten lainnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU) Batang Turjaun mengatakan, sumber energi yang dihasilkan dari limbah peternakan tersebut dapat menjadi bahan bakar alternatif untuk sejumlah kebutuhan, seperti aktivitas memasak dan penerangan.

Turjaun mengaku sudah berhasil membangun biogas digester yang sudah memproduksi biogas dan dimanfaatkan warga di tempatnya. Bahkan, melalui pengembangan teknologi ini, salah satu desanya meraih peringkat dua pada sebuah lomba untuk kategori desa mandiri energi se-Jawa Tengah.

”Ada permintaan juga di Jawa Barat, petani punya 300 sapi minta dibangunkan biogas dengan kapasitas 30 kubik. Kalau 30 kubik itu minimal bisa (menjadi energi alternatif) untuk 10 rumah,” katanya saat berkunjung ke kantor redaksi NU Online, Jakarta, Senin(1/4) sore.

Menurut Turjaun, penerapan biogas di daerah yang memiliki potensi peternakan akan membawa keuntungan ekonomis. Selain memanfaatkan limbah yang selama ini cukup terabaikan, juga mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji, terlebih saat elpiji mengalami kenaikan harga.

Selain di Batang, ia juga mengembangkan teknologi ini di kabupaten lain. ”Di Rembang mulai April ini insyaallah akan dibangun 75 unit biogas digester, hampir per kecamatan ada, masing-masing kapasitas 6m3,” imbuhnya.

Ditambahkan, biogas digester juga akan dibangun di Kabupaten Kendal sebanyak 2 unit, dan di Kabupaten Demak 2 unit, masing-masing berukuran 20m3. Proses pembangunan ini bekerjasama dengan dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng.

Sejauh ini, sambung Turjaun, belum ada hambatan yang berarti untuk tugasnya ini. Hanya saja, teknologi biogas yang pihaknya kembangkan belum sampai pada tahap kemasan dalam tabung, sebagaimana elpiji, sehingga belum bisa dipasarkan secara masif.

Penulis: Mahbib Khoiron
 

Blogger news

Blogroll

About